Dawai-Dawai Ajaib Frankie Presto

Judul : Dawai-Dawai Ajaib Frankie Presto---The Magic Strings of Frankie Presto
Penulis : Mitch Albom
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku : 576 Halaman
Cetakan Pertama, September 2016
(Cetakan pertama versi buku asli, November 2012) 
ISBN : 978602033809
Rating : 4 dari 5


Dalam hidup ini setiap orang bergabung dengan band. Dengan satu atau cara lain, band itu pun bubar. ---halaman 141

***
Blurb:

Semua manusia berbakat musik. Jika tidak, mengapa Tuhan memberimu jantung yang berdenyut?

Melalui kecintaannya pada musik, Mitch Albom menyusun novel indah tentang pengaruh bakat dalam mengubah hidup manusia.

Inilah kisah epik tentang Frankie Presto––gitaris paling hebat yang pernah ada––dan enam kehidupan yang diubah melalui enam dawai biru gitarnya.

Frankie lahir di gereja yang terbakar, bayi yatim-piatu yang dididik oleh seorang guru musik di kota kecil di Spanyol. Perang menghancurkan hidupnya, dan pada usia sembilan tahun dia diselundupkan ke Amerika di dalam perahu. Harta Frankie satu-satunya adalah gitar tua dan enam dawai berharga. Frankie merambahi khasanah musik tahun 1940, 1950, dan 1960-an dengan bakatnya yang luar biasa sebagai gitaris dan penyanyi yang memengaruhi bintang-bintang pada zaman itu, (Duke Ellington, Hank Williams, Elvis Presley), sampai akhirnya dia pun menjadi bintang tenar.

Namun bakat luar biasa ini juga menjadi beban ketika Frankie menyadari petikan gitarnya, musiknya, dapat memengaruhi kehidupan orang-orang lain. Pada puncak ketenarannya, dia membuat satu kesalahan, dan merasa bersalah. Dia menghilang. Legendanya berkembang. Berpuluh tahun kemudian, setelah hatinya pulih, dia muncul kembali untuk mengubah satu kehidupan terakhir.

Dalam buku ini, Musik menjadi sang Narator, dan melalui tutur katanya kita diajak melongok ke dalam banyak kehidupan yang diubah oleh sang gitaris yang dawai-dawainya sanggup menyentuh jiwa musik di dalam diri kita semua.

***



Frankie Presto kecil lahir di sebuah gereja ketika sebuah pergolakan terjadi di sana. Suara pertama yang didengarnya adalah nyanyian sang ibu, yang begitu melekat di alam bawah sadar Frankie. Perjalanan hidupnya tidak mulus. Ia pernah dibuang di sungai dan ditemukan oleh seorang pria yang menjadi ayahnya. Namun, matanya nyaris buta karena terkena air sungai yang asin semasa bayinya. Sang ayah merasa khawatir dengan masa depan anaknya itu. Ayahnya lalu ingat dengan seorang pemusik buta yang pernah ditemuinya di suatu tempat. Maka ayahnya memutuskan untuk mengajarkan sang anak tentang musik agar setidaknya, jika ia nantinya tidak dapat melihat, ia punya bekal untuk menghadapi masa depannya.

Bersama Maestro sang guru, Frankie memiliki kisahnya sendiri. Ia belajar banyak hal tentang musik pada gurunya itu. Ia yang memiliki bakat bermusik alami, menjadi semakin terasah dan bahkan bisa dikatakan mahir. Namun sayang, pertemuan itu tidak bisa berlangsung selamanya. Ia harus menjalani kehidupan berat berpindah negara dan mencari uang dari bermusik. Ia bertemu dengan banyak orang yang berarti dalam kehidupannya; orang yang dicintainya, musisi terkenal, orang-orang yang mengubah hidupnya, sebelum Frankie menapaki jalan kesuksesan yang gilang-gemilang dalam sejarah musik dunia.

Namun, sebuah kesalahan dilakukannya dan itu membuat Frankie harus membayar mahal kehidupannya. Jika orang lain menganggap popularitas dan harta adalah tujuan utama dalam kesuksesan, kau harus melihatnya dari sudut pandang Frankie untuk memahami tenang makna kebahagiaan. 

***

Dalam hidup ini setiap orang bergabung dengan band. Beberapa dari antaranya menghancurkan hatimu. ---halaman 524

Ini adalah perjalanan panjang kisah seorang Frankie Presto sejak ia lahir hingga meninggal. Buku kedua yang saya baca tentang seseorang dengan rentang yang begitu panjang yang mengisahkan cerita kehidupannya, setelah And The Mountains Echoed. Buku setebal 576 halaman ini saya baca versi ebook-nya meskipun saya punya buku fisiknya. Saat sudah memasuki bab akhir, tab saya ketinggalan di tempat kerja dan akhirnya saya membuka plastik pembungkus buku cetak dan melanjutkan baca di sana. Hahaha. Itu dia sekelumit cerita tentang proses membacanya.

Nah, sekarang, saya akan cerita tentang isi buku ini.

Yang unik dari kisah ini adalah, kisah utamanya diceritakan oleh sudut pandang Musik. Ya, musik yang bercerita tentang bagaimana ia menemukan bakat dirinya pada sosok Frankie. Ia pula yang memiliki kisah detail kehidupan Frankie bahkan sebelum Frankie lahir ke dunia. Selain oleh Musik, kisah ini pun terjadi dari beragam sudut pandang orang-orang yang mengenal Frankie, dan yang hidupnya berubah karena Frankie. Disajikan sepotong demi sepotong dengan setting sebelum pemakaman Frankie berlangsung, membuat konten cerita tentang kehidupan si tokoh utama ini tersaji dengan utuh. Dengan berbagai dimensi persepsi tentang eksistensi Frankie dalam hidupnya.

Buku ini terbagi menjadi enam bagian yang diwakili oleh enam dawai ajaib Frankie Presto yang diberikan gurunya sebelum mereka berpisah. Dawai ini berubah menjadi biru pada waktu-waktu penting dalam hidupnya. Dan setiap ia menemukan hal tersebut, satu babak dalam kehidupannya selesai.

Seperti halnya novel-novel Mitch Albom lainnya, Dawai-Dawai Ajaib Frankie Presto ini menyuguhkan banyak sekali perjalanan hidup yang bisa kita tuai maknanya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini tersaji dalam hubungan Frankie denga tokoh-tokoh yang lain. Kisah Frankie dan sang Maestro, guru bermusiknya, memberikan semangat dan kisah tentang menghadapi kehidupan dengan sebaik-baiknya meskipun kau mengalami keterbatasan. Obrolan-obrolan mereka sarat makna, yang berhasil menyentuh hati para pembacanya.

"Dengar Francisco. Kaupikir aku ingin hidup dalam kegelapan? Kaupikir aku tidak ingin melihat jemariku, fret dan tuas dawai gitarku, bukannya meraba-raba ke sana kemari seperti hewan tersesat?"
"Tidak, Maestro."
"Tidak, aku memang tidak ingin. Tapi inilah hidup. Kita bakal kehilangan. Kau harus mulai belajar lagi berkali-kali---atau kau bakal tak berguna." ---halaman 374

Pertemuan dan perjalanan cinta Frankie pun, memberikan tidak hanya kisah percintaan semata, melainkan juga pelajaran hidup bermakna di dalamnya.

"Kapan kali terakhir kau pulang ke rumah?"
Jawabnya "Aku tidak punya rumah."
Kataku lagi, "Setiap orang punya tempat ke mana dia pulang."
Katanya, "Itulah sebabnya aku menunggu istriku." ---halaman 396

Ditambah dengan pengetahuan seputar musik, membuat pengetahuan pembaca semakin diperkaya saat membaca novel ini. Persembahan yang apik dari Mitch Albom untuk pembacanya.
"Namun, semua kisah cinta adalah simfoni.
Seperti simfoni pada umumnya, kisah cinta juga memiliki empat irama:
- Allegro, pendahuluan yang cepat dan lincah
- Adagio, perubahan yang lambat
- Minuet/Scherzo, ketukan pendek dengan irama 1/4
- Rondo, tema yang terus berulang, diselingi berbagai bagian singkat" ---halaman 301

Lima ratusan halaman novel ini, berhasil menjerat pembaca dengan kisahnya yang mengharukan. Bahkan, dari setiap tokoh-tokoh yang memberikan kenangan mereka tentang Frankie pun, kita diajarkan secara tidak langsung tentang sebuah pengajaran penting dalam kehidupan. Tentang bagaimana kesan yang akan diberikan orang lain kepadamu, saat ia tiada nantinya.

Kemudian aku ingat bagaimana Frankie bicara tentang gadis kecilnya. Dia ternyata benar. Suatu ketika, kehidupanmu lebih berkisar soal warisanmu kepada anak-anakmu, dibanding apa pun. ---halaman 439

Akhir kata, saya menutup ulasan ini dengan sebuah pengakuan:

Ketika Frankie Presto meninggalkan bakat-bakatnya kepada para penerusnya, memberikan sentuhan musik pada orang-orang dalam hidupnya, saya rasa Mitch Albom sudah melakukan hal yang sama, oleh dirinya, kepada orang-orang yang membaca bukunya. Kekuatan kata yang mengalir dalam diri seorang Mitch Albom, seperti kekuatan dan cinta musik pada Frankie Presto.

Kau tidak akan pernah tahu betapa seseorang begitu dalam mempunyai ikatan tertentu dalam hidupnya. Barangkali, ikatan dalam hidup saya yang berhubungan dengan Mitch Albom adalah, betapa saya senang bisa menikmati karya-karya beliau, dan merasakan betapa tulisannya begitu memengaruhi beberapa bagian dalam hidup saya.

Mitch Albom adalah penulis kedua yang saya doakan agar dilapangkan kuburnya kelak.

Ada lagu-lagu yang kaumainkan dan harus kauulangi lagi. Ada juga yang ingin kaumainkan dengan bear tetapi tidak pernah berhasil. Namun, ketika lagu iu telah dimainkan dengan sempurna, tidak ada lagi yang peerlu kaulakukan. ---halaman 286

0 komentar:

Post a Comment

Recent Quotes

"Suatu ketika, kehidupanmu lebih berkisar soal warisanmu kepada anak-anakmu, dibanding apa pun." ~ Dawai-Dawai Ajaib Frankie Presto

Setting

Indonesia (41) Amerika (16) Inggris (11) Jepang (5) Perancis (4) Norwegia (3) Spanyol (3) Belanda (2) Irlandia (2) Korea (2) Saudi Arabia (2) Yunani (2) Australia (1) Fiji (1) Italia (1) Mesir (1) Persia (1) Swedia (1) Switzerland (1) Uruguay (1) Yugoslavia (1)

Authors

Jostein Gaarder (6) Paulo Coelho (6) Mitch Albom (4) Sabrina Jeffries (4) Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie (4) Colleen Hoover (3) Ilana Tan (3) John Green (3) Prisca Primasari (3) Annisa Ihsani (2) Cecelia Ahern (2) John Grisham (2) Seplia (2) Sibel Eraslan (2) Suarcani (2) Adara Kirana (1) Adityayoga & Zinnia (1) Ainun Nufus (1) Aiu Ahra (1) Akiyoshi Rikako (1) Alice Clayton (1) Alicia Lidwina (1) Anggun Prameswari (1) Anna Anderson (1) Asri Tahir (1) Astrid Zeng (1) Ayu Utami (1) Charles Dickens (1) Christina Tirta (1) David Levithan (1) Deasylawati (1) Dee Lestari (1) Desi Puspitasari (1) Dewi Kharisma Michellia (1) Djenar Maesa Ayu (1) Dy Lunaly (1) Dya Ragil (1) Elvira Natali (1) Emily Bronte (1) Emma Grace (1) Erlin Natawiria (1) Esi Lahur (1) Fakhrisina Amalia (1) Ferdiriva Hamzah (1) Frances Hodgson Burnett (1) Fredrick Backman (1) G.R.R. Marten (1) Gina Gabrielle (1) Haqi Achmad (1) Harper Lee (1) Hendri F Isnaeni (1) Ifa Avianty (1) Ika Natassa (1) Ika Noorharini (1) Ika Vihara (1) Indah Hanaco (1) JK Rowling (1) James Dashner (1) John Steinbeck (1) Jonathan Stroud (1) Kang Abik (1) Katherine Rundell (1) Korrie Layun Rampan (1) Kristi Jo (1) Kyung Sook Shin (1) Lala Bohang (1) Laura Lee Guhrke (1) Lauren Myracle (1) Maggie Tiojakin (1) Marfuah Panji Astuti (1) Mario F Lawi (1) Mark Twain (1) Maureen Johnson (1) Mayang Aeni (1) Miranda Malonka (1) Najib Mahfudz (1) Nicholas Sparks (1) Novellina (1) Okky Madasari (1) Orizuka (1) Peer Holm Jørgensen (1) Pelangi Tri Saki (1) Primadonna Angela (1) Puthut EA (1) Rachel Cohn (1) Rainbow Rowell (1) Ratih Kumala (1) Rio Haminoto. Gramata (1) Rio Johan (1) Shinta Yanirma (1) Silvarani (1) Sisimaya (1) Sue Monk Kidd (1) Sylvee Astri (1) Tasaro GK (1) Thomas Meehan (1) Tia Widiana (1) Trini (1) Vira Safitri (1) Voltaire (1) Winna Efendi (1) Yuni Tisna (1)